Kabar Info Dunia
Berita dan Hiburan
Kabar Artis Sinetron
Kewanitaan dan Keputihan
Kami Kabarkan
Labels
- perut langsing (4)
- perut ramping (2)
- tubuh langsing (4)
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label tubuh langsing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tubuh langsing. Tampilkan semua postingan
Latihan 30 Menit Lebih Banyak Turunkan Berat Badan Ketimbang Olahraga 1 Jam
Diposting oleh
Unknown
on Sabtu, 25 Agustus 2012
Label:
tubuh langsing
/
Comments: (0)
Jakarta, Banyak orang
berpikir untuk menurunkan berat badan dibutuhkan latihan fisik yang intens
dengan durasi yang panjang. Namun sebuah studi mengemukakan bahwa pemahaman
semacam itu ternyata salah besar.
Sebuah studi menemukan pria yang melakukan latihan fisik seperti lari, bersepeda atau mendayung selama 30 menit sehari akan kehilangan berat badan sekitar 3,6 kg selama tiga bulan. Sebaliknya pria yang berolahraga selama 1 jam hanya kehilangan sekitar 2,7 kg.
Studi ini menemukan bahwa pria sehat yang mengalami kelebihan berat badan ringan dan berolahraga selama setengah jam setiap harinya justru dapat menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan pria yang berolahraga dengan durasi dua kali lebih panjang.
Tim peneliti dari University of Copenhagen yang melakukan studi ini tak yakin mengapa para pria yang berolahraga lebih lama tidak mengalami penurunan berat badan lebih banyak.
"Kami menduga pria yang berolahraga lebih lama justru makan lebih banyak setelah melakukan latihan fisik atau kalau tidak pria yang berolahraga selama 30 menit bisa jadi memiliki lebih banyak energi yang tersisa agar dapat tetap aktif sepanjang hari," ungkap peneliti seperti dilansir dari dailymail, Jumat (24/8/2012).
Departemen Kesehatan AS pun merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan olahraga berat seperti lari atau sepakbola selama satu seperempat jam dan dua setengah jam olahraga ringan seperti jalan cepat dalam setiap minggunya.
Selain itu, latihan penguatan otot sebanyak dua kali seminggu juga sangat dianjurkan.
sumber: http://health.detik.com/read/2012/08/24/074144/1997664/763/latihan-30-menit-lebih-banyak-turunkan-berat-badan-ketimbang-olahraga-1-jam
(ir/ir)
Sebuah studi menemukan pria yang melakukan latihan fisik seperti lari, bersepeda atau mendayung selama 30 menit sehari akan kehilangan berat badan sekitar 3,6 kg selama tiga bulan. Sebaliknya pria yang berolahraga selama 1 jam hanya kehilangan sekitar 2,7 kg.
Studi ini menemukan bahwa pria sehat yang mengalami kelebihan berat badan ringan dan berolahraga selama setengah jam setiap harinya justru dapat menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan pria yang berolahraga dengan durasi dua kali lebih panjang.
Tim peneliti dari University of Copenhagen yang melakukan studi ini tak yakin mengapa para pria yang berolahraga lebih lama tidak mengalami penurunan berat badan lebih banyak.
"Kami menduga pria yang berolahraga lebih lama justru makan lebih banyak setelah melakukan latihan fisik atau kalau tidak pria yang berolahraga selama 30 menit bisa jadi memiliki lebih banyak energi yang tersisa agar dapat tetap aktif sepanjang hari," ungkap peneliti seperti dilansir dari dailymail, Jumat (24/8/2012).
Departemen Kesehatan AS pun merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan olahraga berat seperti lari atau sepakbola selama satu seperempat jam dan dua setengah jam olahraga ringan seperti jalan cepat dalam setiap minggunya.
Selain itu, latihan penguatan otot sebanyak dua kali seminggu juga sangat dianjurkan.
sumber: http://health.detik.com/read/2012/08/24/074144/1997664/763/latihan-30-menit-lebih-banyak-turunkan-berat-badan-ketimbang-olahraga-1-jam
(ir/ir)
Rahasia Tubuh Langsing Shireen Sungkar
Diposting oleh
Unknown
on Selasa, 01 November 2011
Label:
tubuh langsing
/
Comments: (0)
INILAH.COM, Jakarta - Tubuh Shiren Sungkar kini langsing. Apa rahasianya?
"Aku lagi olahraga terus. Lagi suka olahraga gila-gilaan," ucap Shireen di FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/10).
Menurutnya, rajin berolahraga lantaran dirinya beberapa waktu lalu merasa kelebihan bobot tubuh.
"Kemarin kayaknya gendut banget. Sekarang lagi liburan. Jadi punya kesempatan banyak buat olahraga," terangnya, tanpa mau menjelaskan berat badannya saat ini.
Wisnu yang datang menemani Shiren pun mengaku tak masalah dengan tubuh langsing kekasihnya.
"Ya, memang kelihatan agak kurus, sih. Tapi, nggak ada masalah, kok," paparnya. [aji]
Tips Cara Melangsikan Tubuh ! Cara menurunkan berat badan
Diposting oleh
Unknown
on Kamis, 24 Juni 2010
Label:
perut langsing,
tubuh langsing
/
Comments: (2)
Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari bermacam metode diet, olahraga, operasi sedot lemak, tusuk jarum, sampai minum obat pelangsing. Manakah yang aman dan efektif ?
Merujuk pada badan kesehatan dunia, WHO, disebutkan bahwa penurunan berat badan yang baik tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi merupakan terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan untuk mengurangi berat badan bukan sekadar mengurangi porsi makan, tetapi juga diperlukan bimbingan dari ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan, disertai aktivitas fisik serta terapi perilaku.
Untuk mencari tahu cara pelangsingan mana yang sehat, aman, sekaligus efektif, bacalah uraian berikut sampai tuntas.
Sedot lemak
Cara membuang lemak yang kini sedang tren adalah operasi liposuction dan tummy-tuck. Operasi ini banyak dipilih karena berat badan bisa turun secara drastis tanpa perlu capek berolahraga dan melakukan diet, hal itu dibuktikan oleh kesaksian seorang artis ternama. Tapi mengapa ya meski lemaknya sudah dibuang, badannya masih juga melar ?
Pada dasarnya liposuction adalah operasi untuk mengeluarkan lemak di bawah kulit, dan dilakukan untuk mencapai keserasian bentuk tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan. Sedangkan tummy-tuck adalah proses pembuangan jaringan lemak yang berlebih dan kulit di atasnya untuk membentuk tubuh lebih estetis. Lemak yang dikurangi pun tak boleh lebih dari 3-5 kg sekali operasi
Menurut dokter spesialis gizi, dr.Johanes Chandrawinata, MND,SpGK, kedua jenis operasi tersebut biasa dilakukan dokter terhadap pasien yang memiliki tubuh bergelambir setelah berat badan tubuhnya susut. Jadi, menurunkan berat dulu baru dioperasi, bukan operasi untuk menurunkan berat karena setelah 3 bulan tubuh akan gemuk kembali.
Gastric binding & gastric by-pass
Tindakan ini dipilih jika dengan metode pelangsingan apa pun tidak berhasil. Gastric binding adalah pemasangan alat "pengikat lambung" yang menyebabkan kantung lambung lebih kecil sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak karena tubuh lebih cepat merasa kenyang. Melalui tindakan ini berat badan dapat berkurang 35-60 persen dalam 12 bulan.
Berbeda dengan gastric binding yang bersifat sementara, gastric by-pass bersifat permanen, dokter akan membuat ’jalan’ penghubung antara pangkal lambung dengan usus halus sehingga makanan tidak melalui lambung namun langsung ke usus halus. Dengan gastric by-pass, berat badan dapat dikurangi sampai 80 persen. Untuk melakukan kedua jenis tindakan tersebut, pasien harus berusia di atas 35 tahun.
Akunpuntur
Sampai saat ini metode akunpuntur belum dapat dibuktikan secara ilmiah dapat menurunkan berat badan. Umumnya para pasien pun berhenti di tengah jalan karena tak kunjung mendapatkan berat ideal yang diharapkan.
Obat dan suplemen pelangsing
Sebelum percaya oleh iming-iming iklan, sebaiknya teliti lebih dahulu kandungan obat-obatan dan suplemen tersebut. Badan pengawasan obat dan makanan AS (FDA) bahkan melarang konsumsi suplemen pelangsing yang mengandung kandungan akftif E.sinica atau efedrin karena memiliki efek samping gejala psikiatrik, mengganggu saluran cerna serta membuat jantung berdebar-debar.
Meski menyebutkan mampu menurunkan kadar lemak, tak sedikit obat pelangsing yang hanya mampu mengurangi berat tubuh 1,2 kg selama 6-14 minggu, setara dengan diet redah kalori sebesar 1250/hari pada kurun waktu 0.5 minggu tanpa obat apa pun.
Diet popular
Diet popular sering disebut sebagai "Fad Diets", memiliki karateristik antara lain ; menjanjikan penurunan badan yang cepat, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menganjurkan penggunaan suplemen, makan berdasarkan waktu tertentu, membatasi atau melarang makanan tertentu dan hanya untuk jangka pandang.
Yang dapat digolongkan ke dalam fad diets misalnya diet rendah karbohidrat, food combining, diet berdasar golongan darah, mayo clinic diet. Karena banyaknya larangan untuk memakan jenis makanan tertentu, biasanya kebutuhan tubuh akan gizi tidak terpenuhi karena kekurangan vitamin, zat besi, serta serat.
Dari segi ilmu gizi, setiap waktu makan (pagi, siang dan malam) dianjurkan memakan makanan yang bervariasi dalam jumlah seimbang, karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat gizi sekaligus.
Menurunkan berat badan secara sehat
Meskipun belum ada jawaban pasti diet mana yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, namun dr. Johanes merekomendasikan pola diet yang dilakukan oleh National Weight Control Registry (NWCR) di AS. NWCR adalah kumpulan data orang (ada 4000 orang) yang telah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan tetap bertahan selama lebih dari 5 tahun.
Karateristik pola makannya adalah rendah lemak (24 persen asupan kalori), asupan karbohidrat cukup tinggi, rendah kalori (1300-1500 kcal/hari). Karena kita tidak mungkin mengetahui berapa kalori yang dikandung dalam makanan, dr.Johanes menyarankan untuk mengurangi asupan lebih kecil dari porsi biasa.
"Untuk mengurangi 500 kalori setiap hari mudah kok, misalnya jika makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya, lebih memilih nasi putih daripada nasi goreng, dan sebagainya", saran dokter yang yang berpraktek di RS. St.Boromeus, Bandung ini.
Dijelaskan oleh dr.Johanes, mayoritas anggota yang terdaftar dalam NWCR melakukan makan pagi secara rutin, memantau berat badan sendiri secara berkala serta melakukan olahraga. Dengan pola makan rendah lemak rendah kalori seperti ini telah terbukti mampu menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan bisa dipertahankan lebih dari 5 tahun.
Bagaimana Kiat Kilat Menjadi Langsing
Diposting oleh
Unknown
Label:
perut langsing,
tubuh langsing
/
Comments: (0)
Sejak remaja, kita telah dihujani konsep langsing dan putih, baik dari lingkungan maupun media massa. Lama kelamaan, konsep ini bisa memicu gangguan body image-sesuatu yang kerap terjadi pada wanita, terutama gadis remaja. Percaya diri jatuh, depresi muncul, dan keinginan berlebihan untuk menurunkan target berat badan pun menjadi obsesi.Disinilah anoreksia dan bulimia mulai bermain.
Parahnya, sejumlah situs melangkah lebih jauh dengan mengajarkan teknik-teknik terbaru untuk menurunkan berat badan secara ekstrim yang dikhawatirkan menyeret lebih banyak lagi gadis-gadis muda ke jurang eating disorder.
Sebuah studi yang dipublikasikan Desember 2006 lalu oleh para peneliti di sekolah kedokteran dan rumah sakit anak Stanford University, Silicon Valley, Amerika Serikat menemukan bahwa ironisnya, kiat kilat untuk langsing ini ditemukan pula pada beberapa situs internet yang sebenarnya didedikasikan untuk memerangi masalah kelainan makan.
Para orang tua dan dokter perlu menyadari bahwa internet adalah sebuah forum yang tidak dapat dimonitor. Sangat sulit untuk mengontrol isi sebuah situs interaktif dengan ketat. Apa isinya? Para pengunjung situs membentuk komunitas berdasarkan kesamaan kelainan makan yang dimiliki, misalnya makan membabi-buta lalu mengeluarkannya kembali dengan sengaja ( binging and purning), atau menolak untuk makan sama sekali. Yang lebih menyesatkan, kebiasaan-kebiasaan ini dirujuk sebagai suatu pilihan gaya hidup.
Yang patut dicacat para orang tua, di dalam jurnal Archives of Pediatrice & Adolescent Medicine, mei 2004 terdapat ciri utama yang membedakan antara remaja penderita anoreksia dan bulimia. Mereka yang mengidap anoreksia cenderung memiliki berat badan lebih rendah dan berusia lebih muda. Para gadis mengidap anoreksia juga lebih banyak datang dari keluarga yang utuh, berbeda dengan penderita bulimia.
Tak Cuma Sengaja Muntah
Anoreksa adalah penurunan berat badan dengan cara-cara ekstrim, sementara bulimia adalah kebiasaan makan berlebihan yang kemudian diikuti tindakan mengeluarkan makanan secara sengaja biasanya melalui muntah atau penyalahgunaan obat pencahar dan obat diet. Meski identik dengan memuntahkan makanan secara sengaja, ternyata gejala kedua kelainan makan ini tak melulu terbatas pada muntah. Amat disayangkan, wanita penderita kelainan makan dengan gejala selain muntah cenderung kurang menyadari bahwa dirinya tengah mengalami masalah. Pada penelitian di Australia terhadap 158 orang pengidap bulimia diketahui, nyaris separuh dari mereka khususnya yang tidak menggunakan metode muntah – tidak menyadari kelainan yang dideritanya.
Karenanya, menurut penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Eating Disorders edisi Desember 2006 ini, wanita yang menggunakan metode muntah berpeluang enam kali lipat untuk menyadari bahwa mereka punya masalah kelainan makan. Apa gejala Bulimia lainnya? Bisa saja berwujud diet ketat atau olahraga berlebihan, sebagai upaya untuk menebus episode makan membabi-buta.
Sebuah penelitian mengungkapkan hal senada olahraga berlebihan memang patut diwaspadai sebagai suatu pertanda kelainan makan. Dr.Cynthia M. Bulik dari University of North Carolina-Chapel Hill dan rekannya menyarankan, kecenderungan olahraga pada wanita pengidap anoreksia yang menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan.
Menurut penelitian yang dimuat pada International Journal of Eating Disorders bulan September 2006 lalu, wanita dengan kebiasaan ini amat berisiko mengalami kekurangan berat badan yang berbahaya, berikut akibat fatal lainnya. Olahraga berlebihan didefinisikan sebagai latihan lebih dari 3 jam sehari, termasuk juga obsesi ekstrim pada aktivitas fisik sehari-hari yang mengganggu aspek hidup lainnya – misalnya, tetap memaksakan berolah raga meski sedang cidera atau sakit.
Waspadai Faktor Keturunan
Apa sebenarnya yang menyebabkan eating disorder? Meski pengaruh budaya memang cukup kuat, ternyata faktor gen tak kalah penting. Pada sebuah penelitian, Dr. Walter H. Kaye dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat dan timnya menganalisa data 400 keluarga dengan lebih dari satu anggota yang menderita kelainan makan. Ternyata, faktor keturunan dapat memengaruhi kerentanan seseorang terhadap anoreksia atau bulimia. Seorang wanita yang memiliki ibu atau kakak perempuan dengan riwayat kelainan makan memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita masalah serupa.

